Senin, 03 Desember 2012

Menyatunya Ujian Suka dan Duka

Jika semasa hidupnya seseorang tidak pernah menyusahkan orang lain, maka begitu pula semasa tiadanya, insyaAllah dia juga tidak menyusahkan orang lain, barangkali salah satunya hikmah inilah yang dapat dipetik dari berpulangnya Pengasuh Al-Umm KH. Moeqoddar bin K. Khairuddien bin K. Abdul Waly. Beliau telah dipanggil Allah SWT pada Hari Rabu Tanggal 07 Nopember 2012 M Pukul 11.40 WIB di RSI Kaleanget Sumenep Jawa Timur.
Sudah menjadi adat/kebiasaan orang Sumenep, setiap kali datang menunaikan ibadah haji, diramaikan dengan penyambutan yang sangat meriah walaupun terkadang penyambutan tersebut tidak sesuai dengan ajaran Rasulullah SAW, karena adanya ajang pemborosan.
Hal semacam ini tidak terjadi pada saat kedatangan Ny. Hj. Munawiyah (istri Alm. KH. Moeqoddar) yang mana beliau datang pada hari yang sama dengan meninggalnya sang suami tercinta. Ny. Hj. Munawiyah sebelum terbang ke Surabaya, ketika itu masih di Jeddah,
sempat berkomonikasi dengan almarhum melalui hp-putri tertuanya Ny. Hj. Sussannah (di RSI Kaleanget). pada saat itu almarhum berpesan kepada istrinya "Kamu kalau sudah mau terbang, jangan lupa pakai kaos kaki lalu pakailah sandal, karena saya ingin bersama kamu". Tidak ada yang mengerti isyarat pesan itu, apakah artinya "bersama" itu dapat dikatan akan sembuh? Namun setelah Ny. Hj. Munawiyah tiba di RSI Kaleanget pukul 11.40 WIB pada saat itu pulalah sang suami KH. Moqoddar pergi menghadap kepada Allah SWT.
Semua sanak saudara dan kerabat famili yang berada di RSI tentu saja sangat terkejut dan menagis atas peristiwa ini, dimana ujian "Kebahagiaan dan Kesedihan" terjadi pada satu keluarga, pada saat yang sama. Sehingga ditunaikanlah keinginan sang suami, ketika pulang ke rumah duka, mobil janazah di depan diikuti dengan mobil jemaah haji (istri alm) dan rombongan lainnya beriringan menuju desa Tambaagung Ares Kecamatan Ambunten Kabupaten Sumenep.

Semua kerabat dan tetangga yang menunggu di rumah duka menangis ketika rombongan iring-iringan itu telah sampai karena tidak tega menyaksikan dua kedatangan yaitu:
1. Datangnya jenazah alm. KH. Moeqoddar dari RSI Kaleanget Sumenep
2. Datangnya istri alm. (Ny. Hj. Munawiyah) dari tanah suci Mekah wal Madinah
Disebalik kejadian yang sangat jarang terjadi ini dan belum pernah terjadi di kabupaten Sumenep, ternyata masyarakat desa Tambaagung Ares tidak perlu sibuk dua kali, karena dua kedatangan tersebut telah disatukan oleh Allah SWT, jika tidak demikian maka mereka akan mempunyai dua kali kesibukan yaitu: ziarah dan ta'ziyah.
Jika dikait-kaitkan dengan sifat almarhum yang pema'af dan tidak suka memberi beban kepada ummat walaupun sebagai tokoh masyarakat desa semasa hidupnya, maka dapat diartikan "meninggalnyapun tidak merepotkan masyarakat", insya-Allah.
wallohu a'lamu bissowab

Tidak ada komentar:

Posting Komentar